Konfigurasi Tagihan & Invoice
Menu Konfigurasi Tagihan mengatur rumus perhitungan nilai tagihan, persentase pajak, biaya administrasi handling, kode unik, serta jadwal otomatisasi penerbitan tagihan berkala.
Menu ini dapat diakses oleh Admin melalui menu Setting → Tab Tagihan → Sub-seksi Perhitungan & Template.
Parameter Formulir Tagihan
| Label Form | Tipe Input | Pilihan / Rentang | Penjelasan & Fungsi |
|---|---|---|---|
| Tgl Jatuh Tempo Default | Angka | 1 s/d 28 | Tanggal batas akhir pembayaran bulanan bawaan saat mendaftarkan pelanggan baru. Dibatasi maksimal tanggal 28 untuk mencegah pergeseran siklus di bulan Februari. |
| H- Penerbitan Tagihan | Angka | 1 s/d 27 | Jumlah hari sebelum tanggal jatuh tempo layanan pelanggan saat invoice tagihan mulai diterbitkan secara otomatis oleh sistem (contoh: jika diisi 3, maka tagihan diterbitkan 3 hari sebelum jatuh tempo). |
| PPN (%) | Angka | 0 s/d 100 | Persentase Pajak Pertambahan Nilai yang otomatis ditambahkan ke subtotal tarif layanan (contoh: 11). |
| Biaya Handling | Angka | Nominal Rupiah | Biaya administrasi tambahan flat per tagihan yang dibebankan kepada pelanggan. |
| Aktifkan Kode Unik | Saklar (Toggle) | Aktif / Nonaktif | Menambahkan 3 digit angka unik acak (1 s/d 999) pada total tagihan untuk mempermudah identifikasi transaksi transfer bank manual. |
Rumus Kalkulasi Total Tagihan
Jika sebuah layanan memiliki tarif pokok Rp 150.000, dengan konfigurasi:
- PPN: 11% → Rp 16.500
- Biaya Handling: Rp 2.500
- Kode Unik: Rp 12
Total Tagihan = Rp 150.000 + Rp 16.500 (PPN 11%) + Rp 2.500 (Handling) + Rp 12 (Kode Unik) = Rp 169.012
Logika & Contoh Kalkulasi Tanggal Penerbitan Tagihan
Sistem menjalankan pembuatan tagihan berkala otomatis dengan menghitung selisih antara Tanggal Jatuh Tempo Layanan pelanggan dan pengaturan H- Penerbitan Tagihan:
Tanggal Terbit Tagihan = Tanggal Jatuh Tempo Layanan - H- Penerbitan Tagihan
Tagihan akan otomatis dibuat pada saat Tanggal Hari Ini ≥ Tanggal Terbit Tagihan.
Berbagai Contoh Skenario Penerbitan:
| Skenario | Tanggal Jatuh Tempo Layanan | Pengaturan H- Penerbitan | Tanggal Tagihan Diterbitkan | Keterangan Waktu Terbit |
|---|---|---|---|---|
| Contoh 1 (Standar H-3) | 10 Agustus 2026 | 3 Hari (H-3) | 7 Agustus 2026 | Tagihan mulai terbit dan siap ditagihkan pada tanggal 7 Agustus. |
| Contoh 2 (Awal Bulan) | 5 September 2026 | 3 Hari (H-3) | 2 September 2026 | Tagihan terbit pada tanggal 2 September. |
| Contoh 3 (Lintas Bulan 31 Hari) | 1 September 2026 | 3 Hari (H-3) | 29 Agustus 2026 | Karena bulan Agustus memiliki 31 hari, maka 3 hari sebelum 1 September adalah 29 Agustus. |
| Contoh 4 (Lintas Bulan H-5) | 2 September 2026 | 5 Hari (H-5) | 28 Agustus 2026 | Tagihan diterbitkan di akhir bulan sebelumnya (28 Agustus). |
| Contoh 5 (Penerbitan H-7) | 15 Oktober 2026 | 7 Hari (H-7) | 8 Oktober 2026 | Tagihan diterbitkan 1 minggu sebelum jatuh tempo. |
| Contoh 6 (Penerbitan H-1) | 20 November 2026 | 1 Hari (H-1) | 19 November 2026 | Tagihan diterbitkan tepat sehari sebelum tanggal jatuh tempo. |
| Contoh 7 (Akhir Bulan/Tgl 28) | 28 Februari 2026 | 3 Hari (H-3) | 25 Februari 2026 | Tagihan terbit pada tanggal 25 Februari. |
Pengaturan H- Penerbitan Tagihan yang paling umum dan disarankan adalah 3 sampai 20 hari (H-3 atau H-20). Rentang ini memberikan waktu yang cukup bagi pelanggan untuk menerima informasi tagihan dan menyiapkan pembayaran sebelum melewati tanggal jatuh tempo.
Penentuan Periode Tagihan
Periode Tagihan yang ditampilkan pada daftar menu Tagihan / Invoice, laporan penagihan, kuitansi, dan template pesan WhatsApp ditentukan berdasarkan Bulan dari Tanggal Jatuh Tempo Tagihan (Due Date), bukan tanggal saat invoice dibuat atau diterbitkan.
- Contoh Kasus 1: Tagihan dengan Tanggal Jatuh Tempo 10 Agustus 2026 yang diterbitkan pada tanggal 7 Agustus 2026 (H-3) akan tampil pada Periode: Agustus 2026.
- Contoh Kasus 2 (Penerbitan Lintas Bulan): Tagihan dengan Tanggal Jatuh Tempo 2 September 2026 yang telah diterbitkan lebih awal pada tanggal 28 Agustus 2026 (H-5) akan tetap masuk dan tercatat pada Periode: September 2026.